Pelni membeli 3 kapal baru untuk menggantikan 3 kapal yang dianggap sudah terlalu tua usianya. Ketiga kapal itu adalah KM Umsini, KM Kelimutu, dan KM Lawit. Rencana ini diungkap Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani dalam rapat dengar pendapat di Komisi XI DPR, Senin, 9 Februari 2026. Dana yang dibutuhkan untuk pembelian setiap kapal sekitar Rp 1,5 triliun.
Pelni mengaku tak punya cukup uang untuk membeli semua kapal itu. Karena pembelian akan dibiayai lewat penyertaan modal negara (PMN). Dan penyertaan ini ternyata sudah berlangsung sejak 2024, ketika Pelni menerima dana Rp 1,5 triliun untuk membayar uang muka pembelian kapal. Tahun 2025 Pelni menerima lagi PMN sebesar Rp 2,5 triliun untuk pelunasan. Kok total PMN cuma Rp 4 triliun? Entahlah. Semestinya sih kalau setiap kapal harganya Rp 1,5 triliun, total dana yang dibutuhkan Rp 4,5 triliun. Mungkin Pelni masih punya simpanan uang untuk mendanai kekurangannya.
Kapan kapal baru Pelni akan bisa diterima? Tak ada tanggal pasti. Dirut Pelni hanya bilang rentang waktu pengerjaan kapal. Kapal pertama, pengganti KM Umsini, akan dibangun mulai Semester II 2026 hingga Semester II 2028. Kapal ke-dua, pengganti KM Kelimutu, akan dibuat pada Semester 1 2027 hingga Semester 1 2029. Kapal ke-tiga, pengganti KM Lawit, akan dikerjakan pembuatannya pada Semester II 2027 hingga Semester II 2029. ***





